UTS-AKUNTANSI PEMERIKSAAN LANJUT PTA 2011-2012

Dosen : Rr. Dharma Tintri

1.   Sebutkan dan Jelaskan 3 elemen dalam Audit Manajemen!

Jawab :

1. Kriteria

Kriteria merupakan standar (pedoman, norma) bagi setiap individu/kelompok di dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.

2. Penyebab

Penyebab merupakan tindakan (aktivitas) yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok di dalam perusahaan.

3. Akibat

Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang berhubungan dengan penyebab tersebut.

2.   Sebutkan dan Jelaskan 7 prinsip dasar dalam Audit Manajemen!

Jawab :

  1. Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai potensi untuk diperbaiki
Audit dititikberatkan pada berbagai hal yang masih memerlukan perbaikan untuk mencapai kondisi optimal dalam mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan.
  1. Audit merupakan prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit
Penilaian yang akurat baik terhadap kinerja manajemen maupun berbagai program atau metode operasi yang dilaksanakan membutuhkan audit yang seksama, dengan penilaian ini dapat diketahui apakah program yang telah ditetapkan dapat dengan efektif mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
  1. Pengungkapan dalam laporan mengenai adanya temuan-temuan yang positif dan negative
Selain menyajikan temuan-temuan negative yang berupa kelemahan dalam pengeloalan perusahaan seorang auditor juga harus menyajikan temuan-temuan positif yang biasanya berupa keberhasilan yang dicapai manajemen dalam mengelola berbagai program dalam aktivitas operasinya.
  1. Identif ikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi
Auditor dapat mengidentifikasi dan menemukan individu-individu yang bertanggung jawab terhadap berbagai kelemahan yang terjadi di suatu perusahaan.
  1. Penentuan tindakan terhadap individu yang seharusnya bertanggung jawab
Auditor dapat memberikan berbagai pertimbangan dalam menentukan sanksi yang akan diberikan oleh pihak yang lebih tinggi dari petugas yang bersangkutan
  1. Pengungkapan adanya pelanggaran hokum
Auditor mungkin dapat menemukan berbagai pelanggaran yang terjadi dalam perusahaan,walaupun bukan tugas utama auditor untuk melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran hukum,auditor harus menyampaikan temuan tersebut ke atasannya tentang adanya pelanggaran tersebut.
  1. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan (fraud)
Jika terjadi kecurangan pada objek audit,auditor harus memberikan perhatian khusus dan melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terhadap hal tersebut.

3.   Sebutkan perbedaan antara Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen!

Jawab :

1. Pengguna Laporan

  • AK :  Pihak ekstern  pemegang saham, investor potensial, kreditor, pemerintah

  • AM :  Pihak internal

2.  Bentuk laporan

  • AK :  Memiliki standar baku  Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)  laporan bentuk pendek yang menyertai laporan keuangan hasil audit

  • AM :  Komrehensip : kesimpulan audit, kesimpulan penting  rekomendasi  belum ada standar baku  laporan tergantung dari kemampuan auditor

  3.  Orientasi hasil Audit

  • AK :  Audit  Data keuangan yang bersifat historis penilaian kinerja masa lalu

  • AM :  Audit  perbaikan kinerja masa datang  anticipatory audit

4.  Frekuensi Audit

  • AK :  Bersifat reguler, rutin  penerbitan LK
  • AM :  Tidak ada ketentuan  kepedulian manajemen mencapai efektivitas dan efisien program.

5.  Pelaksana audit

  • AK :  Audit independen (Audit eksternal).  objektivitas ?

  • AM :  Audit Internal maupun eksternal  objektivitasnya?

4.   Sebutkan dan Jelaskan tahapan-tahapan dari Audit Manajemen!

Jawab :

1.  Audit Pendahuluan

Untuk mendapatkan informasi mengenai latar belakang objek audit, seperti menelaah berbagai peraturan, ketentuan, atau kebijakan yang terkait; menganalisis informasi untuk mengidentifikasi potensi kelemahan. Tahap ini dapat menghasilkan tentative audit objective
2. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen
Auditor melakukan review terhadap pengendalian manajemen untuk menilai efektivitasnya. Hasil pengujian ini dapat mendukung tentative audit objective sehingga menjadi definitive audit objective
3. Audit Terinci
Auditor mela kukan pengumpulan bukti kompeten dala m jumla h yang mencapai tujuan audit yang telah ditetapkan. Hasil pada tahap ini dituangkan dalam kertas kerja audit, untuk mendukung kesimpulan dan rekomendasi yang diberikan
4. Pelaporan
Tahapan ini untuk mengkomunikasikan hasil audit dan rekomendasi
5. Tindak Lanjut

Tahap ini untuk mendorong dilakukannya per baikan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.

5.   Jelaskan pengertian dari kertas kerja audit dan manfaat dari kertas kerja audit!

Jawab :

Kertas kerja audit adalah catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.

Manfaat kertas kerja audit:

(1) mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan,

(2) menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya,

(3) mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit, dan

(4) memberikan pedoman dalam audit tahun berikutnya.

6.   Gambarkan Bagan dari konsep dasar Audit Manajemen!

Jawab :

7.  Sebutkan dan Jelaskan tahapan-tahapan dalam Audit SDM dari suatu perusahaan!

A.    AUDIT ATAS PEROLEHAN SDM
·        Perencanaan SDM
Perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tentang kebutuhan dan ketersediaan SDM untuk menyelesaikan berbagai bidang tugas dan tanggungjawab yang harus dikelola perusahaan dalam mencpai tujuannya. Rencana SDM merupakan bagian dari rencana strategi perusahaan, dimana rencana ini memastikan kebutuhan SDM untuk mengimplementasikan strategi pencapaian tujuan perusahaan dapat terpenuhi dalam kepastikan yang tepat pada saat diperlukan. Oleh karena itu, perencanaan SDM harus maksimal mengadopsi berbagai perubahan lingkungan bisnis dan organisasi yang terjadi, sehingga dapat memnuhi tuntutan perubahan tersebut, yang tertuang dalam rencana strategi perusahaan.
·        Rekrutmen
Rekuitmen meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memnuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepar untuk mengisi lowongan pekerjaan ynag ada. Kegiatan kunci pelaksanaan rekuitmen meliputi:
1.      Menentukan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang pada setiap bidang, jenis pekerjaan dan levelnya dalam perusahaan.
2.      Terus berupaya mendapatkan informasi tentang perkembangan kondisi pasar tenaga kerja.
3.      Menyusun bahan-bahan rekuitmen yang efektif.
4.      Menyusun program rekuitmen yang terpadu berhubungan dengan aktivitas SDM yang lain dan dengan kerja sama anatara manajer lini dan karyawan.
5.      Mendapat pool calon karyawan yang berbobot dan memnuhi syarat.
6.      Mencatat jumlah dan kualitas pelamar dari berbagai sumber dan masing-masing metode rekuitmennya.
7.      Melakukan tindak lanjut terhadap para karyawan baik yang ditolak maupun yang diterima untuk mengevaluasi efektivitasnya rekuitmen yang dilakukan.
·        Seleksi dan penempatan.
Seleksi adalah proses mendapatkan dan menggunakan informasi mengenai pelamar kerja untuk menentukan siapa yang harus diterima menduduki posisi jangka pendek dan jangka panjang. Sedangkan penempatan berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang tepat. Ini berarti mengukur kesesuaian anatra ketrampilan, pengetahuan, dan kemampuan seseorang dengan tuntutan pekerjaan dan juga kecocokan antara kepribadian, minat, kesukaan serta kesempatan dari budaya yang terkait dengan perusahaan secara keseluruhan.
B.     AUDIT ATAS PENGELOLAAN SDM
Pemberdayaab SDM pada dasarnya adalah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengambil keputusan dan memegang tanggung jawab yang lebih besar baik secara pribadi maupun kelompok dalam mengelola pekerjaannya.
·        Pelatihan dan pengembangan karyawan
·        Perncanaan dan pengembangan karier
·        Penilaian kinerja
·        Kompensasi dan balas jasa.
·        Keselamatan dan kesehatan kerja
·        Kepuasan kerja karyawan
C.     AUDIT ATAS PENGURANGAN SDM

Perubahan lingkungan dimana perusahaan harus mampun beroperasi dengan sangat efeksien, juga menuntut perusahaan untuk melakukan perubahan dalam organisasinya. Kemungkinan yang sering terjadi adalah kebijakan untuk melakukan rekstuturisasi yang memungkinkan hilangnya beberapa jabatan karena jabatan tersebut sudah tidak efektif lagi untuk dipertahankan dan fungsi-fungsinya bisa dilaksanakan oleh jabatan lain yang saat ini tetap dipertahankan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: