Tugas Softskil-5

EFEKTIFITAS DAN KEBUTUHAN MODAL KERJA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME PENJUALAN, PENDAPATAN PENJUALAN DAN LABA BERSIH PERUM

KUTIPAN YANG ADA DALAM MAKALAH DENGAN JUDUL :

“EFEKTIFITAS DAN KEBUTUHAN MODAL KERJA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME PENJUALAN, PENDAPATAN PENJUALAN DAN LABA BERSIH PERUM PERUMNAS (STUDI KASUS TAHUN 1999 – 2003)”

  1. Munawir, S. Analisa Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta. 1991.
  • Menurut Munawir (1991), dibutuhkan suatu ukuran yang digunakan untuk menilai efekti-fitas modal kerja, agar perusa-haan dapat menghasilkan laba dari setiap modal kerja yang di-pertahankan oleh perusahaan.
  • Modal kerja di dalam peru-sahaan akan terus berputar atau selalu dalam keadaan beroperasi selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan menjalankan usaha-nya. Sebaiknya perusahaan harus dapat mengetahui jum-lah modal kerja yang dibutuh-kan sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan keuang-an.
  1. Riyanto, Bambang. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi 4. BPFE. Yogyakarta. 2001.
  • Menurut Bambang (2001), salah satu cara untuk menge-tahui jumlah modal kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah menggunakan metode keterikatan modal kerja yang menekankan pada periode teri-katnya modal kerja dan penge-luaran kas rata-rata setiap ha-rinya. Besarnya modal kerja yang dibutuhkan suatu perusa-haan dipengaruhi oleh volume penjualan, besar kecilnya skala usaha perusahaan, aktivitas perusahaan, perkembangan teknologi dan sikap perusa-haan terhadap likuiditas dan profitabilitas.
  • Menurut Bambang (2001), pengertian modal kerja yang digunakan untuk mengetahui modal kerja yang ada di dalam laporan keuangannya, biasa-nya dilihat dari 3 konsep seba-gai berikut :

a. Konsep Kuantitatif

Menurut konsep ini modal kerja adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Modal kerja dalam penger-tian ini sering disebut modal kerja.

b. Konsep Kualitatif

Menurut konsep ini modal kerja adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan un-tuk membiayai operasinya perusahaan tanpa mengang-gu likuiditasnya, yaitu kelebi-han aktiva lancar diatas utang lancarnya. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja neto.

c. Konsep Fungsional

Konsep ini mendasarkan pa-da fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapatan. Setiap dana yang dikerjakan atau digunakan dalam peru-sahaan adalah dimaksudkan untuk menghasilkan penda-patan.

  1. 3. Sundjaja, Ridwan dan Inge Barlian. Manajemen Keuangan. Edisi 5. Literata Lintas Media. Jakarta. 2003.
  • Modal Kerja yaitu aktiva lancar yang mewakili bagian dari in-vestasi yang berputar dari satu bentuk ke bentuk lainnya da-lam melaksanakan suatu usa-ha, atau modal kerja adalah kas/bank, surat-surat berharga yang mudah diuangkan (misal giro, cek, deposito), piutang dagang dan persediaan yang tingkat perputarannya tidak melebihi 1 tahun atau jangka waktu operasi normal perusa-haan (Sundjaja, 2003).
  1. 4. Johan, Silas. Perum Perumnas dalam Tantangan Tugas. 143 Martini, Efektifitas & Kebutuhan Perum Perumnas. Jakarta. 1995.
  • Menurut John (1995), un-sur-unsur yang termasuk da-lam modal kerja adalah :

a. Kas

Setiap perusahaan da-lam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas, karena kas merupakan ele-men dari modal kerja yang paling tinggi tingkat likuidi-tasnya dan dapat dipergu-nakan untuk menguasai atau memiliki barang atau jasa yang diinginkan. Dalam hal ini termasuk pula pengertian simpanan uang yang berada di bank yang setiap saat dapat diambil atau diguna-kan. Jumlah kas di dalam perusahaan sebaiknya ja-ngan terlalu besar karena akan banyak uang yang menganggur sehingga akan memperkecil profitabilitas-nya.

b. Piutang

Kebanyakan perusaha-an besar menjual produksi-nya dengan cara kredit se-hingga nantinya akan menim-bulkan piutang. Hal ini bertu-juan untuk dapat memperta-hankan langganan yang su-dah ada dan untuk menarik langganan yang baru. Piu-tang mempunyai tingkat likuiditas yang lebih tinggi daripada persediaan, karena perputaran dari piutang ke kas membutuhkan satu lang-kah saja. Manajemen piutang merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang menjual produknya dengan kredit.

c. Persediaan

Persediaan barang me-rupakan elemen utama dari modal kerja yang selalu da-lam keadaan berputar, di-mana secara terus-menerus mengalami perubahan da-lam kegiatan perusahaan. Perusahaan pabrikasi pada umumnya mempunyai tiga jenis persediaan, yaitu ba-han baku, barang dalam proses (barang setengah ja-di) dan barang jadi. Pene-tapan besarnya investasi dalam persediaan akan ber-pengaruh terhadap keuntu-ngan yang akan diperoleh perusahaan.

2 Comments

  1. August 6, 2010 at 2:08 pm

    Artikelnya bagus banget . inspiratif banget. Thanks ya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: